TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Pencarian Korban Tenggelam di Danau Toba Hingga 30 Juni


TASLABNEWS, ASAHAN-Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu pencarian korban hilang dan bangkai kapal motor (KM) Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara hingga 30 Juni 2018.


tim gabungan basarnas sedang melakukan persiapan untuk mencari korban tenggelam di Danau Toba.
tim gabungan basarnas sedang melakukan persiapan untuk mencari korban tenggelam di Danau Toba.


"Sesuai instruksi kepala Basarnas, operasi pencarian kita perpanjang sampai 30 Juni 2018," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Kamis (28/6).

Perpanjangan waktu pencarian itu diputuskan pada Rabu 27 Juni 2018, sesuai dengan instruksi dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi. Ini kali kedua perpanjangan waktu pencarian sejak KM Sinar Bangun tenggelam pada 18 Juni 2018.

Budi mengatakan pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun kini telah memasuki hari ke-11. Pencarian hari ini sempat di warnai hujan deras pada pagi tadi. Proses pencarian baru bisa dimulai pukul 08.00 WIB. Dalam pencarian hari ini Tim SAR Gabungan masih menggunakan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) dan pukat harimau.

"Sekarang cuaca sudah bagus. Sudah cerah, jadi kami bergerak pukul 08.00 menggunakan alat ROV, dan menggunakan pukat harimau. Ada dua kapal KMP Sumut I, dan KMP Sumut II untuk memakai pukat harimau di dua target yang kita temukan kemarin," tuturnya.

Dalam proses pencarian korban penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun, menggunakan pukat harimau diharapkan mampu menemukan titik cerah. Apalagi berbagai cara sudah dipakai Tim SAR Gabungan untuk menemukan bangkai KM Sinar Bangun yang diduga berada di kedalaman 490 meter.

"Kita berusaha segala cara sudah dilakukan, di permukaan air juga menggunakan perahu karet untuk penyisiran. Kita harapkan saja mudah-mudahan maksimal alat ini ROV dan pukat harimau," ujar Budiawan.

Pada proses pencarian hari ini, sekira 300 personel dikerahkan karena alat pukat harimau penggunaannya harus membutuhkan banyak orang. Tiga helikopter dari Basarnas, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, juga diturunkan untuk menyisir dan memantau lokasi pencarian dari udara.

"Banyak didukung untuk menggunakan pukat harimau. Kita juga dapat bantuan relawan dari Pemkab Samosir, 50 personel. Kekuatan kita harus ditambah karena alat pukat harus banyak yang menariknya," tutup Budiawan.

Seperti diketahui sesuai data dari Basarnas, 21 orang dinyatakan selamat dari peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Sementara 3 penumpang ditemukan meninggal dunia dan 164 orang lainnya masih hilang. (syaf/int)

Siantar-Simalungun 7632613154733942126
Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds