TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Robot ROV Digunakan untuk Cari KM Sinar Bangun



TASLABNEWS, SIMALUNGUN-Guna mendeteksi Kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumut, pada Senin (18/6). Pencarian korban kini dilakukan oleh Badan SAR Nasional.

Ilustrasi robot yang digunakan untuk mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.
Ilustrasi robot yang digunakan untuk mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.


Tim menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV), alat yang biasa dipakai untuk mendeteksi kapal atau logam di kedalaman lebih dari 200 meter.
"ROV (milik) BPPT itu mampu (mendeteksi) hingga 1.000 meter. Kalau 450 meter, sudah pasti bisa," kata Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji.

Bisa Menyelam di Bawah Air
ROV merupakn robot yang dirancang untuk bisa beroperasi di kedalaman laut. Tidak hanya memiliki ketahanan terhadap air, tetapi robot tersebut bisa bergerak dengan cara dikendalikan dari jarak jauh.

Dilengkapi Fitur Canggih
Untuk bisa mencari kapal di kedalaman laut, ROV dibekali dengan berbagai macam fitur canggih. Fitur canggih ini mulai dari kamera, lampu, sonar, alat untuk mengangkat benda serta kemampuan untuk mengukur tingkat kejernihan serta temperatur air.


Tampak Objek yang diduga KM Sinar Bangun
Hasil Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) memperlihatkan objek yang diduga Kapal Motor (KM) Sinar Bangun dan korban yang tenggelam di dasar Danau Toba, Sumatera Utara. Namun Badan SAR Nasional (Basarnas) belum bisa memastikan objek yang terlihat tersebut merupakan bangkai KM Sinar Bangun.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Brigjen Marinir Bambang Suryo Aji memastikan bahwa objek yang telihat masih berupa dugaan.

“Saya tidak pernah mendapat informasi adanya korban (yang terlihat) di sini. Masih dalam diduga, masih belum jelas,” katanya, Kamis (28/6).

“Dugaan ada beberapa bangkai motor, bentuk belum jelas,” lanjutnya.

Alat ROV yang digunakan dalam pencarian KM Sinar Bangun dapat melihat kedalaman air sejauh 4,500 meter.

Bambang menjelaskan hasil yang terekam dalam alat ROV masih belum terbentuk. “Gambar belum terbentuk, kapal, manusia, motor. Harus dipastikan,” kata dia.

Tim pencari, lanjut dia, akan melakukan pencarian hingga Sabtu, 30 Juni 2018. Situasi pencarian akan diperpanjang dengan melihat kondisi.

Saat ini, proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun dihentikan karena cahaya sudah mulai gelap.

Basarnas mengerahkan dua unit kapal dibantu alat ROV dan pukat untuk menemukan korban yang diduga berada di dasar Danau Toba. (syaf/int)

Reaksi: 
Siantar-Simalungun 7157545654511245999
Beranda item