SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

500 HA Hutan Lindung di Asahan di Garap, Pengusaha Diduga Kebal Hukum

TASLABNEWS, ASAHAN- Sekitar 500 haktare (Ha) hutan lindung di Desa Rawasari Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan diduga digarap PT Umada  yang berlokasi.
Kebun sawit yang berada di lokasi hutan lindung.
Kebun sawit yang berada di lokasi hutan lindung.

Camat Aek Kuasan Asphian MAP, Jumat (6/7) mengatakan, sejumlah perusahaan siluman mengelolah 500 Ha hutan lindung.

 Sekira ratusan Ton Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa sawit dihasilkan dari kawasan hutan itu tak terserap Pendapatan Asli Daerahnya oleh pihak Pemkab Asahan.

"Saya disuruh mendata ulang sejumlah perusahaan perkebunan yang tak terserap PADnya termasuk perusahaan yang disebut-sebut masyarakat setempat," kata camat.

Terpisah di Kantor Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Asahan Kepala Polisi Hutan TR Nainggolan membenarkan sejumlah perusahaan perkebunan sawit di Desa Rawasari masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Sekira 500 hektare lahan sawit di Desa Rawasari itu masuk kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPK), maslah ini merupakan PR bersama pihak Polres, Pemda dan KPH. Seharusnya masyarakat setempat segera melaporkan kegiatan itu agar perkaranya dapat diperoses. Namun setau kita pengusaha sedang mengurus izin pelepasan kawasan hutan," kata TR Nainggolan.

 Senada juga dikatakan Wahyudi SP selaku Kepala KPH III Asahan yang mengaku telah menyurati perusahaan.

Wahyudi mengatakan hukum pidana bisa ditegakkan jika bukti lengkap merusak dan mengelola hutan sebelum izin resmi diterbitkan.

"PT yang disebut sebut PT Umada telah dilaporkan ke kementerian kehutanan," kata Wahyudi.

Kades Rawasari berinitial K (39) kepada wartawan meminta sejumlah pihak terkait membantu proses pelaporan didesanya dapat diselesaikan. (cr1/syaf)

.



       
HEADLINE 4462356284616035340
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman