TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Enam Nelayan Batubara Dirampok di Tengah Laut

TASLABNEWS, MEDAN- Sebanyak 6 orang nelayan asal Kabupaten Batubara dirampok. Akibatnya, mereka terdampar di Perairan Malaysia.

Ilustrasi kapal bajak laut.
Ilustrasi kapal bajak laut.

Keenam nelayan tersebut antara lain Muhamad Adi, Misdi, Zulkifli, Badri, Ridwan dan Bagan. 

Para nelayan ini merupakan warga Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara.

 Saat ini keenamnya ditahan Kepolisian Diraja Malaysia sejak Kamis (17/1/2019) lalu. 

"Mereka rencananya akan dipulangkan ke Indonesia pada Selasa (12/3/2019) mendatang. Kita sudah beli tiket pesawat untuk mereka pulang. Rencananya mereka akan menumpang Pesawat Sriwijaya Air dari Penang tujuan Kualanamu dan tiba sekitar pukul 11.25 wib," kata Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (Mantab) Syawaluddin, Jumat (8/3/2019).

BERITA LAINNYA:
Gugurkan Kandungan, Cewek Asal Nias Ini Tewas

Selundupkan Sabu, Pelatih Sepakbola Ditangkap di Teluk Nibung

Pembunuh Janda di Medang Deras Ditembak Polres Batubara

Tabrakan Maut di Jalan Penghubung Tanah Jawa-Mandoge, 1 Tewas 1 Kritis

Syawaluddin menjelaskan, insiden naas yang menimpa keenam nelayan ini bermula saat mereka melaut untuk mencari ikan. 

Kapal nelayan ini lantas berlayar di Laut Aceh pada Senin (14/1/2019). Tiba-tiba keesokan harinya, sekelompok perompak datang mendekati kapal mereka.

"Kebetulan mereka melaut ke Laut Aceh. Jadi kapal mereka dirompak. Semua barang-barang mereka diambil, termasuk satelit. Pelakunya kita tidak tahu. Sehingga kapal mereka terombang-ambing dan tanpa sadar diduga telah berada di Perairan Malaysia," jelasnya.

Pada Kamis (17/1/2019), Kapal Patroli Diraja Malaysia kemudian mendatangi kapal nelayan tersebut. Keenam nelayan ini ditangkap. Kemudian kapal ditarik ke Dermaga Malaysia.

 Keenamnya lalu ditahan dengan tuduhan telah memasuki teritorial Malaysia tanpa izin.

"Para istri-istri nelayan yang mengetahui penangkapan itu, berharap suami mereka dibebaskan. Kemudian kita dampingi mereka menemui Bupati Batubara. Kita mohon agar Pemkab Batubara dapat menolong pembebasan nelayan. Karena diurus Pemkab Batubara lah, makanya para nelayan bisa dibebaskan," pungkasnya. (mtc/int/syaf)
HEADLINE 6961503168129795413

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman