TASLABNEWS, ASAHAN-Tumpukan
material baru krikil pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) dibadan jalan membuat warga mengeluh. Karena warga harus estra hati-hati saat melewati jalan tersebut.
Penempatan material batu dan pasir di tengah jalan tersebut sangat berbahaya terutama saat malam hari.

Tpukam batu krikil itu berada di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan Sumatra Utara.
Diduga tumpukan material batu dan pasir sengaja diletakkan di tengah jalan oleh pelaksana proyek untuk mempercepat proyek pengerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi (DI).
Penempatan material tersebut dituding bisa memicu kecelakaan bagi pengguna jalan yang bukan merupakan warga sekitar.
Minimnya penerangan dan informasi adanya penutupan akses jalan, sangat berbahaya terutama saat malam hari bagi pengguna jalan.
“Saya terbiasa lewat sini. Tadi sempat kaget dan hampir jatuh belanjaan saya karena tiba-tiba di tengah jalan ada tumpukan pasir dan batu. Tidak kelihatan, apalagi penerangan lampu dan tidak ada rambu pemberitahuan,” ujar seorang warga yang mengaku bernama Surya.
Akses jalan yang digunakan sebagai tempat penumpukan material batu dan pasir, merupakan akses alternatif warga seluruh Desa Panca Arga dan bukan hanya warga sekitar.
“Tidak tahu saya kalau ada batu dan pasir. Sudah sampai sini, Kalau motor bawa barang seperti ini, agak susah ,” tutur seorang warga lainya.
Di ketahui proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Desa Panca Arga di kerjakan oleh CV Makmur Rezeki Jaya yang bersumber dari P. APBD tahun 2025,di PUPR Asahan,dengan nilai kontrak Rp.494.363.752.00 dengan lama kerja 49 hari, yang di mulai 5 Nopember 2025. (Edi/syaf)






























