TASLABNEWS, ASAHAN-
Para peserta Jambore Nasional (Jamnas) asal Kwarcab Asahan diajarkan untuk mau antri. Karena budaya antri merupakan salah satu dari akhlaqul karimah, yang bisa menghadirkan sikap tertib, saling menghargai hak orang lain, bisa saling tenggang rasa, dan terkadang mengutamakan hak orang lain dibandingkan hak pribadi.
Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kakwarcab) Asahan Kak Agus Ramanda saat di jumpai di lokasi perkemahan, Rabu (19/8/2026) menjelaskan, Pramuka memang mengajarkan untuk saling menghargai sesamanya, menghargai dalam kondisi apa pun.

Tujuannya adalah untuk menghindarkan kedholiman dan saling menjaga harkat dan martabat sesamanya. Maka Islam memberikan rambu-rambu dan pedoman adabnya, termasuk dalam kegiatan makan bersama.
“Meskipun, menurut sebagian orang antri merupakan kegiatan yang membosankan. Namun semua itu menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa sesungguhnya kita di dunia ini semuanya sedang antri menantikan gilirannya. Artinya meskipun terkadang menjemukan akan tetapi sudah menjadi keharusan dari hidup di dunia yang butuh dihadapi dengan bijak,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam kehidupan Pramuka di Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, banyak aktivitas yang mengharuskan para peserta untuk antri.
Salah satu kegiatan yang tiap hari dilakukan dalam keseharian, bahkan sehari sampai tiga kali adalah makan.
Selain harus menjaga ketertiban dan menguatkan kesabaran terkadang juga melahirkan pengorbanan berupa itsar (mendahulukan yang lain) karena mungkin lebih membutuhkan.
“Dalam dinamika perkemahan para peserta selalu mengalami makan bersama orang lain. Baik bersama dengan rekan sesama peserta maupun bersama kakak pembina. Maka butuh ditanamkan adab saat makan bersama orang lain, ” ucap Kak Agus. (Edi/syaf)


























