TASLABNEWS, TANJUNGBALAI — Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim ajukan kawasan Kampung Kreatif SEJALAN (Semula Jadi – Selat Tanjung Medan) untuk dikembangkan sebagai Kampung Kreatif berbasis Wisata Air dengan Pedestrian Pejalan Kaki di sepanjang tepian sungai.
Usulan itu disampaikan Walikota Tanjungbalai lewat epsposnya dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah untuk persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026 di Aula Thamrin Munthe, Kantor Walikota Tanjungbalai pada hari Jumat (02/10/2026).

Rapat koordinasi lintas perangkat daerah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Pleno I Penilaian Proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah, di mana usulan Pemerintah Kota Tanjungbalai telah lolos untuk mengikuti tahapan Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan oleh Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara. Adapun rangkaian verifikasi dan validasi lapangan itu sendiri mencakup pada Entry Meeting berupa paparan pemerintah daerah dan klarifikasi lapangan.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Mahyaruddin menyampaikan ekspos dihadapan tim Verval dan juga perangkat daerah yang hadir. Dalam proposalnya itu, Wali Kota mengajukan, kawasan Semula Jadi – Selat Tanjung Medan (SEJALAN) untuk dapat dikembangkan sebagai Kampung Kreatif berbasis Wisata Air dengan Pedestrian Pejalan Kaki sepanjang tepian sungai.
“Kawasan ini memiliki karakteristik permukiman padat dengan aktivitas ekonomi masyarakat, memiliki Titi Gantung atau jembatan goyang yang ikonik, terdapat sungai yang sudah terputus alirannya sehingga menjadi danau kecil/embung kolam penampungan air, memiliki produk UMKM yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan kelurahan. Kemitraan antar stakeholder yang ada di Kecamatan Datuk Bandar Timur terjalin dengan baik serta adanya Tren Wisata (Hangout) dan tentunya dengan dukungan Program Pemerintah, memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih terarah, infrastruktur yang minim, kebersihan dan sampah sungai, pengaruh pasang air serta Vandalisme dan Degradasi Fasilitas”, ujar Mahyaruddin.
Wali Kota dalam eksposnya menjadi proposal, mencatat kawasan Semula Jadi dengan luas wilayah 0,54 KM² dihuni sekitar 6.126 jiwa. Kondisi tersebut didukung oleh jumlah kuliner dan jasa 73 UMKM sementara itu kawasan Selat Tanjung Medan dengan luas 9,42 KM² dihuni sekitar 6.223 jiwa dan dukungan 53 kuliner. Hal ini, katanya, menjadi salah satu konteks dalam rencana pengembangan kawasan, khususnya melalui penguatan ekonomi masyarakat, penataan lingkungan, serta pemanfaatan potensi lokal.
“Konsep yang diusulkan adalah pengembangan kawasan Pedestrian pejalan kaki , Dermaga lokasi spot photo, Dermaga tambatan kapal, Bangunan penunjang seperti kantor, toilet umum dan lain-lain, Jalan cor beton dan Pemeliharaan/Pengecatan Titi Gantung atau Jembatan Goyang”, jelasnya.
Untuk mendukung konsep tersebut, juga dilaksanakan sharing informasi dan masukan dari tim Verval yang hadir. Sejumlah tim menyampaikan bagaimana Pemko Tanjungbalai menggambarkan lokasi ini telah memiliki Legalitas dan keabsahan, memastikan kualitas air, pengelolaan sampah, penataan Kota yang berhubungan dengan pedestrian, bangunan tidak hanya menggambarkan estetika namun berdampak baik manfaatnya bagi masyarakat
Begitu juga halnya, Kampung Kreatif yang dimaksud, bagaimana daerah itu benar benar dapat dilihat dengan keterlibatan masyarakat didalamnya ikut serta berkontribusi dan berkreasi, ditetapkannya SK penetapan Kampung Kreatif SEJALAN dan OPD mana yang menjadi Leading Sektor kordinasi Tim dengan Pemko Tanjungbalai.
Terakhir, tim verval memberi masukan agar menetapkan sasaran yang ingin dicapai dengan adanya kampung kreatif nanti.
Rakor tersebut dihadiri oleh ketua tim Verval dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ony Hapsari Manullang, Tenaga Ahli dari USU, Tim Penjaringan KKSB, OPD terkait yakni Dinas LH, Disdagper, Dishub, Dinas PUTR, Disnakerkopumkm, Dinas P3A-PM dan P2KB dan Kecamatan Datuk Bandar Timur. (Ign syaf)



























