TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Pukat Trawl Asal Batubara Dibakar Nelayan Tradisional

TASLABNEWS, BATUBARA-Kapal pukat trawl asal Batubara ludes terbakar di bibir Pantai Merdeka Dusun I, Desa Bagankuala, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Kamis (28/3) sekira pukul 08.00 WIB.

Kapal pukat trawl yang dibakar.
Kapal pukat trawl yang dibakar.

Menurut keterangan salah seorang warga yang tak ingin namanya ditulis, awalnya sekira 20 sampai 30 kapal kecil tradisional di sekitar Tanjungberingin,  terpancing amarahnya melihat kapal pukat trawl kembali melancarkan aksinya menangkap ikan.


“Akhirnya, kejadian yang dikhawatirkan itu benar-benar terjadi. Kapal pukat trawl yang beroperasi itu ditarik ke bibir pantai dan berujung aksi pembakaran hingga nyaris tinggal abu. Beruntung seorang ABK dan seorang kapten kapal yang tak diketahui identitasnya selamat dari insiden itu karena berhasil meloloskan diri,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, awalnya sebelum kepolisian tiba di lokasi, kapten kapal dan ABK sempat diamankan warga di pos KPLP yang tak jauh dari lokasi kejadian. Guna menghindari konflik serta keributan, keduanya dipulangkan ke Pagurawan Batubara dengan menaiki ojek.

“Aku sempat melihat kapten kapal dan ABKnya menaiki ojek untuk pergi ke Batubara. Namun, aku tidak tanya siapa mereka dan nama mereka. Kami menduga, aksi pembakaran ini merupakan buntut kekecewaan warga terhadap kapal pukat trawl yang semakin merajalela akibat minimnya tindakan dari pihak terkait,” paparnya.

Warga sekitar yang tinggal sekira 50 meter dari lokasi kejadian bernama Mail mengaku tidak mengetahui siapa pelaku pembakaran kapal pukat trawl itu.

”Kejadian berlangsung cepat. Kami tidak tahu namanya siapa,” sebut Mail.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Bagankuala Syafril saat dikonfirmasi di lokasi kejadian. Dia juga mengungkapkan, nelayan Desa Bagankuala saat kejadian, posisinya banyak yang belum melaut dikarenakan air laut masih surut.

Pantauan wartawan sekira pukul 10.45 WIB, Kasat Polair Iptu CT Situmorang beserta anggota yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi kejadian. 

Namun, kondisi kapal sudah ludes terbakar hanya tersisa mesin jenis dong feng saja. Kapal yang dibakar itu terlihat dibiarkan begitu saja tanpa diberikan police line oleh pihak kepolisian.

Kepada wartawan, Kasat Polair Sergai mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari informasi lanjutan atas peristiwa itu. 

Saat ditanya mengapa kejadian itu bisa terjadi, pihaknya mengaku penanganan kapal pukat trawl bukan hanya kepada  pihaknya saja, namun masih ada instansi yang lain.

Ketika disinggung kembali berapa kapal pukat trawl yang sudah di tindak Satpolair Sergai, dia mengatakan sejak 2018, ada 5 kapal yang ditindak. Sedangkan untuk 2019 belum ada tindakan sama sekali. (Tkc/int/syaf)
SUMUT 8922833812793301155

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds