TASLABNEWS ASAHAN-Jenazah Prajurit Satu (Pratu) Farkhan Syauqi Marpaung anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) warga Dusun 4, Desa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) yang tewas diduga usai dianiaya oknum seniornya tiba di rumah duka, Sabtu dini hari (3/1/2026).
Diketahui Pratu Farkhan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Jakaria Marpaung dan Marsinah Silalahi ini, merupakan lulusan Tamtama Tahun 2020 dan ditugaskan di Batalion Infantri 115 Iskandar Muda Aceh.
Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi saat ia bertugas di satgas pengamanan perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.
Kedatangan jenazah Pratu Farkhan di sambut isak tangis keluarga dengan air mata penuh harapan agar kematian korban yang diduga menjadi korban kekerasan oknum seniornya mendapatkan keadilan dari Presiden Republik Indonesia beserta petinggi TNI.

Keluarga berharap agar kasus ini diusut tuntas dan memberikan hukuman setimpal terhadap diduga pelaku penganiayaan korban.
Orang tua korban yakni Jakaria Marpaung mengatakan, terjadinya diduga penganiayaan putra ya tersebut.
“Korban saat itu selesai survei di lokasi pos, mengalami sakit dan mencari pengapian untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan, namun salah satu seniornya memanggil korban untuk kebelakang. Bukan ya memberi pertolongan, diduga pelaku yang berpangkat kopral tersebut malah menendang dan memukul korban hingga korban lemas dan tidak bernyawa,” jelas ayah korban. (Edi/syaf)

























