TASLABNEWS, TANJUNGBALAI – Akibat terjadinya kelangkaan gas LPG 3 Kg di wilayah Kota Tanjungbalai dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir ini, Plh. Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina akhirnya mendatangi Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut di Medan.
Kedatangan dari Plh. Wali Kota Tanjungbalai bersama dengan Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tajul Abrar, Kabag Perekonomian Rini Diana dan pimpinan OPD terkait lainnya itu diterima oleh Sales Branch Manager Medan VII Gas Pertamina Patra Niaga, Erky Randika dan Tim Comrel Sumbagut, Donta di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan, Senin (8/6/2026).

Kepada Sales Branch Manager Medan VII Gas Pertamina Patra Niaga, Erky Randika dan Tim Comrel Sumbagut, Donta, Plh. Wali Kota Tanjungbalai ini menyampaikan alasan kedatangannya bersama rombongan tersebut terkait dengan keluhan masyarakat mengenai terjadinya kelangkaan gas melon bersubsidi ukuran 3 Kg tersebut di Kota Tanjungbalai dalam beberapa pekan terakhir ini. Ia juga mengungkit komitmen kerjasama antara Pemko Tanjungbalai dengan pihak Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut untuk melakukan monitoring secara berkala oleh Pertamina ke agen dan pangkalan gas melon bersubsidi tersebut.
“Dari data dan informasi yang kami peroleh dari Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut mengatakan, bahwa ketersedian LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai sudah mencukupi sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh BPH MIGAS. Sebagai langkah lanjutan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan agen, pangkalan, Pemerintah Kota Tanjungbalai serta pemangku kepentingan terkait lainnya untuk memperkuat pengawasan dalam pendistribusian LPG bersubsidi itu”, ujar Plh. Wali Kota Tanjungbalai, M Fadly Abdina di Tanjungbalai, Selasa (9/6/26).
Plh. Wali Kota Tanjungbalai ini juga berharap, dengan adanya kolaborasi dan sinergitas dengan Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut, maka mekanisme penyaluran LPG melon bersubsidi di Kota Tanjungbalai akan dapat teratasi, terutama pihak yang menentukan kuota untuk agen dan pangkalan agar melakukan monitoring terhadap penyalurannya lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya dukungan dari seluruh pihak, M Fadly Abdina optimis, distribusi LPG bersubsidi di Kota Tanjungbalai akan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Plh. Wali Kota Tanjungbalai ini juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan pengaku dari pihak Pertamina Patra Niaga Ragional Sumbagut melalui SBM VII Gas Pertamina, Pasokan LPG 3 Kg ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Kota Tanjungbalai terpantau berjalan lancar dan didukung fasilitas penyimpanan yang memadai. Penyaluran LPG 3 Kg kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui lima agen LPG subsidi (PSO) yang beroperasi di Kota Tanjungbalai.
“Menurut pihak Pertamina, rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai mencapai sekitar 17.360 tabung per hari atau setara 52,08 MT. Dalam beberapa waktu terakhir, realisasi penyaluran juga tercatat berada pada kisaran normal, yakni antara 15.860 hingga 17.360 tabung per hari.
Pertamina juga menghimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg dari pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila masyarakat membutuhkan informasi atau menemukan adanya indikasi penyimpangan distribusi, dapat menghubungi Pertamina melalui Call Center 135”, tutup M Fadly Abdina. (Ign/syaf)




























